WhatsApp


Perbaikan Pipa Transmisi Kojabu Tuntas, Pelayanan Distribusi Air Kembali Pulih

Bagikan Berita Bagikan ke Facebook Bagikan Tweet ke Twitter Bagikan ke LinkedIn Bagikan ke WhatsApp

Humas PTAM Jayapura (Perseroda) - Perbaikan pipa transmisi jalur Kojabu ukuran 500 mm yang mengalami kerusakan pada jumat (29/5), telah tuntas dikerjakan pada Minggu (31/5). Kerusakan pipa Kojabu yang merupakan pipa induk ini, sempat melumpuhkan pelayanan di wilayah Abepura, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara, dan pada hari Senin (1/6) telah berangsur pulih. Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA mengatakan akibat kerusakan tersebut, sebanyak 12.000an pelanggan atau 30% dari total 41.000an pelanggan mengalami dampak gangguan pelayanan.

"Gangguan tersebut berdampak pada 12.000an pelanggan atau sekitar 30% dari total 41.000an pelanggan PTAM Jayapura (Perseroda) yang tersebar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Dikarenakan pipa transmisi jalur Kojabu tersebut merupakan salah satu sumber pasokan air utama yang dikelola perusahaan dengan kapasitas 250 liter per detik," kata Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA saat menutup acara Mini Soccer di Entrop, Minggu (31/5). 

Struktur tanah labil yang dilalui pipa transmisi menjadi tantangan tim teknik dalam menyelesaikan perbaikan kebocoran yang berlokasi di jalan alternatif, belakang Water Treatment Plan (WTP) Danau Sentani. Setelah melalui 48 jam proses perbaikan, pada hari Senin (1/6) distribusi air kembali berjalan normal. Pulihnya pipa transmisi jalur Kojabu diharapkan menjadi yang terakhir, mengingat beban pelayanan yang cukup besar yang ditanggung jalur tersebut. Direktur Utama mengapresiasi kerja keras tim teknik yang telah memaksimalkan perbaikan untuk pelayanan yang optimal. 

"Saya pribadi mengapresiasi tim teknik yang bekerja selama 48 jam non stop di medan yang cukup sulit, dengan tetap mengutamakan pemulihan pelayanan kepada masyarakat, tim teknik senantiasa melakukan maintenance agar potensi gangguan pelayanan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," katanya. (Humas)