WhatsApp


Pipa Transmisi Jalur Kojabu Patah, Pelayanan Lumpuh Sementara

Bagikan Berita Bagikan ke Facebook Bagikan Tweet ke Twitter Bagikan ke LinkedIn Bagikan ke WhatsApp

Humas PTAM Jayapura (Perseroda) - Pipa transmisi jalur Kojabu mengalami patah pada Jumat (29/5) dini hari akibat tanah longsor. Tidak kuatnya struktur tanah penahan tekanana air di titik patahan pipa, membuat pipa induk berukuran 500 mm yang mencakup pelayanan di   Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura mengalami kerusahan atau patah di dua bagian. Direktur Utama PTAM Jayapura Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA didampingi Direktur Teknik Yan P. Nasadit, ST bersama tim teknik, segera meninjau lokasi kerusakan di belakang Reservoir Water Treatment Plan (WTP), jalan alternatif Waena.

"Manajemen PTAM Jayapura (Perseroda) mohon maaf atas berhentinya pelayanan di wilayah Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura terkait pipa transmisi 500 mm yang patah di belakang Reservoir WTP Waena. Gangguan pelayanan terjadi sejak Jumat (29/5) dini hari, akibat tanah longsor di titik patahnya pipa. Berdasarkan tinjauan di lapangan, patahan di jalur utama Kojabu cukup parah, karena hampir satu batang pipa terlepas. Sehingga membutuhkan penanganan perbaikan terutama pengelasan pipa transmisi," kata Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA di lokasi kerusakan pipa transmisi di jalan alternatif Waena, Jumat (29/5).

Patahan pipa, lanjut Direktur Utama, membutuhkan jangka waktu perbaikan yang cukup lama. Namun, pada pukul 08.00 WIT, tim NRW kantor pusat yang dibackup oleh tim teknik cabang Jayapura Utara, cabang Abepura, cabang Waena dan pimpin Direktur Teknik segera melakukan survei kebutuhan perbaikan. Tingkat kesulitan perbaikan cukup tinggi, mengingat sudut kemiringan pipa dan tekstur tanah yang rawan longsor, menjadikan proses perbaikan diperkirakan sulit dilakukan. Mobilisasi tim teknik dan peralatan perbaikan akan memakan waktu yang cukup lama, ditambah jika diperlukan untuk bantuan ekskavator.

"Penanganan pertama yang dilakukan adalah menutup total pelayanan di jalur Kojabu dan mengalihkan distribusi air di intake Kampwolker. Untuk wilayah yang terdampak pemadaman total kita berharap dalam kurun waktu satu sampai dua hari ini pekerjaan bisa tuntas dan pelayanan kembali berjalan, Saya yakin tim teknik dapat bekerja all out untuk melakukan perbaikan sampai subuh, maka kepada seluruh pelanggan tidak perlu khawatir karena manajemen akan segera memulihkan pelayanan. Target penyelesaian sampai besok dini hari pada Sabtu (30/5), kita berharap perbaikan tidak sampai dua hari penuh dan semoga didukung dengan cuaca yang kondusif," katanya. (Humas)